Bila terjadi suatu musibah baik itu gempa, banjir atau pun lainnya, dalam hati yang paling dalam  kita tentu akan bertanya, apakah ini , ujian ataupun azab dari Rabb yang maha bijaksana.  Bagaimanakah kita membedakan  hal tersebut  ?

Dikatakan ujian bila Musibah atau bencana tersebut  menimpa orang yang beriman yang tidak lalai dari keimanannya, sifatnya adalah ujian dan cobaan. Allah ingin melihat bukti keimanan dan
http://suksesbersamayusufmansur.blogspot.co.id/
kesabaran kita dalam menghadapinya. Jika kita bisa menyikapi dengan benar, dan mengembalikan semuanya kepada Allah, maka Allah akan memberikan pertolongan dan rahmat sesudah musibah atau bencana tersebut. Seperti janjiNya  “ Pertolonganku sangatlah dekat “.Durasinya biasanya tidakklah lama, secara teorinya kita satu semester itu kita belajarnya  6 bulan, tetapi ujiannya cuma 2 minggu. Pada perinsipnya setiap ujian dan cobaan tersebut sangatlah tidak mengenakkkan, tapi coba bayangkan bila seorang pelajar atau kita sebagai seorang mahasiswa, kuliah terus tanpa ujian kapan dong jadi sarjana.  Malah ada mahasiswa yang minta dipercepat ujiannya, ya kan. Walaupun ujian itu pahit atau sangat tidak mengenakkan tapi ada juga lho hamba yang diuji melalui kesenangan , misalnya harta yang banyak, kedudukan/jabatan. Mengapa demikian ... ? Allah yang menciptakan kita, jadilah Allah lah yang maha tahu ujian yang pas untuk hambaNya, mungkin saja kalau si Fulan diuji dengan kefakiran akan membawanya ke  kekufuran, bukankah banyak orang miskin hingga mendatangi dukun dan oarng pintar untuk mendapatkan kekayaan atau para penghutang biasanya suka berbohong. Lantaran itu semua Allah menjauhkan dia dari kefakiran itu. Tapi ada juga hamba  yang bila diberi kekayaan, hanya untuk berfoya foya, judi dan main perempuan, ya sudah,  Allah kasih stempel saja,  “kamu miskin saja”  Jadi apa jenis ujian yang diberikan kepada kita ya terserah Allah kita tak bisa memilih sekolah soal ujian terserah guru bukan ?

Sebaliknya bagi orang-orang yang bergelimang dosa dan kemaksiatan,  bencana atau musibah yang menimpa, itu adalah siksa atau azab dari Allah atas dosa-dosa mereka. biasanya waktunya lama, melelahkan dan akan dicabut sesuai dengan penilaian Allah.

Apabila ada orang yang hidupnya bergelimang  kejahatan dan kemaksiatan, tetapi lolos dari bencana/musibah, maka Allah sedang menugggu dia untuk kembali ke jalan yang benar, karena sesungguhnya Allah tidak pernah ingin menyakiti hambaNya . Dalam kasus yang demikian  bila dia bertobat itulah yang paling baik baginya tapi bila tidak Allah sedang menyiapkan bencana yang lebih dahsyat untuknya, atau bisa jadi ini merupakan siksa atau azab yang ditangguhkan, yang kelak di akhirat-lah balasan atas segala dosa dan kejahatan serta maksiat yang dilakukannya.

 Kita saja, senakal apapun anak kita tak kan pernah mau menyakitinya, pasti dalam hati yang paling dalam kita bermohon berubahlah anakku, apa lagi Allah yang kasih sayangnya seluas langit dan bumi

Sebenarnya yang terpenting bukan musibahnya, tetapi apa alasan Allah menimpakan musibah itu kepada kita. Untuk di ingat, jika musibah itu terjadi, disebabkan dosa-dosa kita, maka segera-lah bertobat kepada Allah. Kalau musibah yang terjadi karena ujian keimanan kita, maka kuatkan iman dan berpegang teguhlah kepada Allah.

Bolehkah kita menghakimi  ... ? oh ya dia si Fulan itu kan memang banyak dosanya, pantas kalau dia dapat musibah. Op...... tunggu dulu, tugas kita bukanlah menghakimi dia, penilaian diatas adalah untuk diri kita sendiri. Tentang si Fulan...? biarlah Allah yang maha mengetahui dan maha menghakimi.

Semoga bermanfaat.







0 Komentar untuk "ANTARA UJIAN DAN AZAB"
SOLUSI DIKALA SULIT © 2015. All Rights Reserved.
Template HITAMZ V.3 By SEOCIPS , Powered By Blogger