Keutamaan Bersedekah Dalam Pandangan Islam

PERSPEKTIF BERSEDEKAH DALAM PANDANGAN BEBERAPA KITAB SUCI.
Dalam ajaran islam memberi kepada seseorang dikelompokkan kepada Shadaqah, Sedekah artinya memberi sebagai pengakuan imannya. Sifatnya sukarela dan tidak terikat pada syarat-syarat tertentu dalam pengeluarannya baik mengenai jumlah, waktu dan kadarnya. yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain, terutama kepada orang-orang miskin pada setiap kesempatan. Walau pun jumlahnya tidak dikatakan akan tetapi lebih banyak adalah lebih baik, karena pertolongan Allah sebanding dengan pengorbanan yang diberikan ( ingat lho Allah akan mengganti 10 x lipat minimal ) Shadaqah tidak terbatas pada pemberian yang bersifat material saja tetapi juga dapat berupa jasa yang bermanfaat bagi orang lain. Bahkan senyum juga termasuk sedekah.bahkan menyalurkan syahwatnya pada istri. “Setiap kebaikan itu bernilai shadaqah .” (HR.Bukhari) “Janganlah kamu menyepelekan kebaikan sedikitpun walaupun kamu bertemu saudaramu dengan wajah sumringah”. (HR.Mus 2. Zakat ”Zakat” secara bahasa (lughat), berarti : tumbuh, berkembang dan berkah (HR. At-Tirmidzi) atau dapat pula berarti membersihkan atau mensucikan (QS. At-Taubah : 10). Seorang yang membayar zakat karena keimanannya nicaya akan memperoleh kebaikan yang banyak. Allah SWT berfirman : “Ambillah zakat dari sebagian kekayaan mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka”. (QS : At-Taubah : 103). Sedangkan menurut terminologi syari’ah (istilah syara’) zakat berarti kewajiban atas harta atau kewajiban atas sejumlah harta tertentu untuk kelompok tertentu dalam waktu tertentu, dan jumlah tertentu ( 2,5 % ) 3. Infak Infak berasal dari kata anfaqa yang berarti mengeluarkan sesuatu (harta) untuk kepentingan sesuatu. Menurut terminologi syariat, infaq berarti mengeluarkan sebagian dari harta atau pendapatan/penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan Islam. Jika zakat ada nishabnya, infaq tidak mengenal nishab./jumlah, jadi tergantung keiklasan seseorang. Infaq dikeluarkan setiap orang yang beriman, baik yang berpenghasilan tinggi maupun rendah, apakah ia di saat lapang maupun sempit (QS. 3:134) Jika zakat harus diberikan pada mustahik tertentu (8 asnaf), maka infaq boleh diberikan kepada siapapun. Misalnya, untuk kedua orang tua, anak-yatim, dan sebagainya (QS. 2:215) Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahawa bersedekah tidak harus selalu dengan harta, dengan senyumpun boleh akan tetapi kalau mengeluarkan infak atau zakat harus dengan wujut yang nyata, soalnya belum pernah lo orang berzakat atau berinfak dengan senyum saja. Dan lagi zakat dikeluarkan setiap periode tertentu sedangkankan infak dan sedekah bisa dikeluarkan kapan saja.

Keutamaan Bersedekah Dalam Pandangan Taurat , zabur dan injil

PERSPEKTIF BERSEDEKAH DALAM PANDANGAN BEBERAPA KITAB SUCI.
Infak /sedekah/zakat dalam alkitab dijelaskan sebagai persepuluhan. Penyebutan pertama kali yang jelas dari kata “sepersepuluh” dalam Alkitab adalah dalam kitab pertama dari Perjanjian Lama. Abram … ditemui oleh Melkisedek, raja Salem dan imam dari Allah Yang Mahatinggi. Melkisedek memberkatinya, dan Abram “memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.” (Kejadian 14:20). Beberapa pasal kemudian dalam kitab yang sama, Yakub, di Betel membuat nazar dengan kata-kata ini: .… “Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu.” [Kejadian 28:20–22]. Penyebutan yang ketiga kalinya adalah berhubungan dengan hukum Lewi. Tuhan berfirman melalui Musa: Tidak lama setelah Injil dipulihkan pada dispensasi ini, Tuhan memberikan sebuah wahyu kepada umat-Nya melalui nabi zaman akhir yang mendefinisikan hukum ini … : Kristus berfirman adalah lebih diberkati untuk memberi daripada menerima [lihat Kisah Para Rasul 20:35], namun ada sebagian orang yang akan memberi hanya jika itu sama sekali tidak ada harganya bagi mereka. Ini tidak sesuai dengan ajaran Guru yang berfirman:“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya” (Matius 16:24). Membayar persepuluhan mendatangkan berkat-berkat besar. Keutamaan memberi dalam Agama Hindu.

Keutamaan Bersedekah Dalam Pandangan agama Hindu 

Dilakukan pada upacara PERAYAAN HARI SIWARATRI Yang ditujukan agar memiliki alam pikiran jernih,dan terhindar dari pikiran yang gelap. Di antara kegiatan (brata )yang dilakukan adalah, mengunjungi tempat suci, memberikan pemberian yang mahal seperti batu mulia (emas dan permata), melakukan berbagai jenis upacara Yajña, berbagai jenis tapa dan melakukan berbagai kegiatan Japa atau mantra untuk memuja keagungan-Nya,semuanya itu tidak ada yang melebih keutamaan brata Sivaratri. Dari ketiga uraian diatas dapat disimpukan bahwa kegiatan memberi itu diajarkan dalam setiap agama dan kebaikan yang dilakukan tersebut akan dapat menghapus kesalahan yang telah dilakukan. Hal ini diterangkan secara jelas dalam Al Quran Amalan-amalan kebaikan dapat menghapus keburukan, berdasarkan firman Allah Ta’ala (yang artinya) “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk” (Qs. Huud: 114) Dan urutan amalan kebaikan dari yang paling banyak menghapus dan menjauhkan dari dosa perbuatan buruk adalah: taubat nasuha, lalu istighfar, bersedekahdan amalan shalih yang lainnya. Lebih dari itu kegiatan memberi tersebut ( sedekah, infak,zakat, persepuluhan, dan persembahan pada acara PERAYAAN HARI SIWARATRI) akan melancarkan perekonomian ummat. Semoga bermanfaat.
0 Komentar untuk "SEDEKAH DALAM PANDANGAN BEBERAPA KITAB SUCI."
SOLUSI DIKALA SULIT © 2015. All Rights Reserved.
Template HITAMZ V.3 By SEOCIPS , Powered By Blogger