REZKI JAMINAN ALLAH...!
Ya Rezki jaminan Allah, lalu mengapa kita kita ada yang miskin, ada yang kaya, dan lagi pula kalau udah dijamin Allah untk apa dong kita berusaha sampai banting tulang. Ya memang rezki telah dijatahkan Allah sehingga ada yang miskin ada yang kaya dan ada yang "Pas-pasan", ( lho ini kan yang dicari...? pas butuh pas ada, butuh uang kuliah pas ada butuh mobil pas ada duitnya...? )
Untuk membahas hal ini lebih lanjut dari beberapa literratur saya mengelompokkan rezki menjadi 3 bagian seperti :
1. Rezki yang Allah Jamin mulai kita dalam kandungan ibu
Surat Hud ayatb 6 menerangkan " Tidak ada makluk ciptaan Allah satupun kecuali dijamin rezkinya oleh Allah" Rezki yang dijanjikan dijamin akan diberi kan oleh Allah itu meliputi : Kesehatan,makanan dan minuman, udara untuk bernafas. Itulah sebabnya mengapa kadang kita melihat ada oarng tanpa usaha apapun masih dapat bertahan hidup. Contoh yang sangat sederhana sekali adalah apa sih usaha seorang bayi yang baru lahir....? namun Allah berikan rezki berupa ASI melalui seorang ibu. Rezki ini termasuk rezki primer atau rezki untuk bertahan hidup dan ini adalah golongan rezki yang paling rendah.
2.Rezki yang diberikan sesuai dengan usaha makluknya.
Dalam surat An Najm ayat ayat 39 diterangan " Tidaklah manusia mendapat apa apa kecuali sebatas yang diusahannya. Disini ditekankan bahwa untuk mendapatkan rezki tingkat ke 2 ini manusia harus berusaha terlebih dahulu.
Didalam memberikan rezki ini Allah menuntut peran dari manusia itu sendiri, misalnya sesorang yang bekerja pada suatu perusahaan selama 1 bulan ya akan menerma gaji 1 bulan. dan dengan gaji ini manusia lebih leluasana untuk mencukupi keperluannya, jadi tidak sebatas bertahan hidup. Begitu juga seorang siswa yang telah belajar dengan rajin sudah tentu dia akan naik kekelas yang lebih tinggi. Demikian juga seperti yang tertuang dalam surat SURAH 17 AL ISRAA’ ( MEMPERJALANKAN DI MALAM HARI ) AYAT 30 :
Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang dikehendakinya dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hambanya.
2.Rezki yang diberikan sesuai dengan usaha makluknya.
Dalam surat An Najm ayat ayat 39 diterangan " Tidaklah manusia mendapat apa apa kecuali sebatas yang diusahannya. Disini ditekankan bahwa untuk mendapatkan rezki tingkat ke 2 ini manusia harus berusaha terlebih dahulu.
Didalam memberikan rezki ini Allah menuntut peran dari manusia itu sendiri, misalnya sesorang yang bekerja pada suatu perusahaan selama 1 bulan ya akan menerma gaji 1 bulan. dan dengan gaji ini manusia lebih leluasana untuk mencukupi keperluannya, jadi tidak sebatas bertahan hidup. Begitu juga seorang siswa yang telah belajar dengan rajin sudah tentu dia akan naik kekelas yang lebih tinggi. Demikian juga seperti yang tertuang dalam surat SURAH 17 AL ISRAA’ ( MEMPERJALANKAN DI MALAM HARI ) AYAT 30 :
Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang dikehendakinya dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hambanya.
Disini tersurat Allah melapangkan dan menyempitkan rezeki kepada siapa yang dikehendakinya, dalam hal inilah dituntut bagaimana manusia berusaha agar Allah berkehendak melapangkan dan bukan menyempitkan. Karena itu berbuatlah yang Allah inginkan bukan yang allah tidak suka kita melakukannya. Patuh kepada orang tua saja kita, bukan main sayangnya mereka kepada kita, mereka memberikan semua yang mereka miliki, apa lagi Allah yang kasih sayangnya tak berhingga, kekayaannya tak terhitung, tinggal menuangkan kepada "siapa yang Dia kehendaki", mau ..?. Jadi kita tinggal mengembangkan sifat dan amal amal tertentu yang merupakan ciri orang yang dikehendaki Allah untuk diluaskan rizkinya) dan Setiap kita punya kesempatan untuk berlatih hingga memiliki sifat sifat positif tertentu yang merupakan kriteria orang yang dikehendaki Allah untuk diluaskan rizkinya.
3. Rezki Bagi HambaNya yang bersyukur.
Janji Allah pada surat Ibrahim ayat 7 " Sesungguhnya jika kamu bersyukur maka aku akan menambahkan nikmatku kepadamu, dan sebaliknya jika kamu ingkar kepadaKu, maka azabku sangatlah keras". Bersyukur kepada Allah artinya berterrima kasih kepada Allah atas nikmat yang telah diberikannNya. Caranya...? dan ya dengan memujiNya pagi dan petang, mematuhi perintahNya dan menjahui laranganNya. Jangan gunakan karunia yang diberikan untuk bermaksiat padaNya. sebagai contoh seseorang yang diberi jabatan digunakan untuk korupsi atau sesorang yang diberi harta digunakan untuk berfoya foya. Ilustrasimya seperti ini " Kita punya anak, kita cukupkan semua keperluannya, eee tahu tahunya dia malah menggunakan untuk yang tidak benar, marahkan kan kita seperti itu juga Allah.
4. Rezki tak disangka sangka
Adalah rezki yang diberikan kepada seorang hamba yang selalu bersyukur dan bertawakal kepada Allah " Ini adalah bukan rezki yang diberikan kepada sembarang hambaNya. Tetapi adalah hamba yang senantiasa bersyukur dan bertawakal padaNya dan biasanya diberikan pada saat seseorang sangat membutuhkan. Contoh seorang ibu anaknya sedang dirawat dirumah sakit, namun sayang setelah jiwa anaknya tertolong dia sama sekali tak punya biaya untuk menebusnya. Disaat seperti inilah kiranya Allah akan mengirim hambaNya untuk mengantarkan pertonganNya, contoh : mungkin dipertemukan degan donatur,atau dokter yang baik hati, atau saudara yang bersedia untuk membantu.
Jadi kesimpulanya Allah menjamin rezki HambaNya dengan ketentuan seorang itu harus rajin tekun, patuh kepada perintahNya dan menjahui laranganNya, REzki itu jaminan Allah bukan berarti anda bisa berpangku tangan saja. Hanya rezki tertentu saja yang bisa kita dapatkan dengan cuma cuma, selebihnya haruslah ada iktiar dan usaha yang relevan dengan harapan kita. Kalau ingin rezkinya banyak ya berusaha lebih giat dan ingat syarat dan ketentua berlaku yaitu kerjakan perintahNya dan jauhi laranganNya. OK.

0 Komentar untuk "REZKI JAMINAN ALLAH...!"