Sering kita mengoceh terus, pertolonganMu ya Rabb, pertolonganMu ya Rabb, Tuhan dimana pertolonganMu,  Tapi memang lebih bagus dari pada kita meminta kepada yang lainnya.  Saya  sendiri  mengalamainya.

     Suatu ketika saya menghadapi hal yang sangat berat sekali, Harus berpisah dengan orang yang sangat kusayangi dan menyangiku, Dia itu adalah papaku.  Rasanya  bercerai berai seluruh persendian ini  menerima kabar itu.  Dalam hati saya berguman, Apa salah ku Rabb, bukankah aku telah merawatnya  dengan sebaik baiknya. dan memohon padaMu untuk kesembuhannya.

Tapi itulah kenyataan yang harus kuhadapi, sementara  Minggu depan harus menghadapi ujian akhir disekolah, aku menangis, sampai  serasa tak ada lagi air mata yang akan kukeluarkan, Ibu menghibur, Sabar nak, disetiap kesulitan pasti ada kemudahan. Kupegang kata kata itu,  Berbekal nasehat  ibu ku ayunkan langkah walau terasa berat sekali.

       Serasa Gelap semua yang ada didepanku, terbayang sosok seorang ayah yang selalu mensuppor setiap langkahku, Ku Mohon pada Allah, ya Rabb mudahkan aku, hanya padaMu tempat ku bersandar.

    Hari berlalu, aku harus mengikuti Ujian akhir sekolah. Kupegang lembaran demi lembaran soal, tidak ada yang kulihat selain bayangan papaku. Untung guru wali kelas u seorang yang sangat pengertian, Dia membawaku keluar ruangan dan memohon izin agar aku ujian terpisah dari teman teman. Ujian di Ruang guru.

     Beliaulah yang menulis jawaban sesuai dengan jawabgan yang kuberi disetiap dia membacakan soal ujian didepanku.

     Hari hari berlalu, pengumuman kelulusan di pajang di Depan sekolah, ternyata aku lulus dengan nilai ya bolehlah, terlalu tinggi tidak, terlalu rendahpun tidak. Toh saat itu akupun tak memikirkan nilai itu lagi. Alhamdulillah saja dari pada  mengulang tahun depan. Karena  peraturan di sekolahku pada waktu itu begitu ketatnya , nilai yang kita dapatkan hanyalah semampu apa kita menjawab soal ujian yang tersedia.

      Teman teman sibuk berbincang, kuliah dimana, nyambung dimana, kalau aku ...?

Aku hanya membayangkan wajah papa yang selama ini selalu mensuporku, tak terbayang lagi harus kuliah ........., bagaimana aku mengungkapkannya pada ibu .........?  Begitu berat beban ibu .........., apa yang harus aku katakan.....?


      Tapi sungguh, Allah Maha pengasih, Allah hadirkan ibu dengan penuh kasih menuntun ku,  Tidak banyak dia bicara, hanya  yang jelas ." Kamu harus kuliah, bagaimanapun caranya.....? Terima kasih ya Rabb, Tapi uangnya dari mana....? Bukankah setelah papa pergi, keuangan ibu  semakin sulit...?

      SMPTN telah berlalu, ternyata aku diterima di Universitas terbaik di Kotaku, Alhamdulillah, tapi dari mana ya uangnya....? Bukankah biaya untuk Abangku yang sedang kuliah di Tahun ke III begitu sulit untuk ibu penuhi, karena mengurus Pensiun papa ketka itu demikian sulitnya........

     Tapi ibu tak pernah mempersoalkannya, yang penting kuliah, uang dari mana bukan urusanmu, yang penting rajin belajar, fokus dan jangan bertingkah. Itu saja yang diminta ibu,  Terima kasih ya Rabb.

       Begitu hebat engkau memberi pertolongan, memberi kekuatan kepada ibu untuk kami dan kesabaran kepada kami untuk kuliah dengan biaya tak lebih dari pas- pasan. Dan kamipun menyadari keadaan ibu, kami tidak pernah protes berapapun yang diberi .......cukup, ......., walau harus ngutang kesana kemari, dipertengahan bulan  untuk menyongsong hari hari kami.

       Dan ketika kuliah sungguh Rahmat Allah begitu besar, Walaupun saya kuliah ditempat yang tidak linear dengan jurusan ku di SMA tapi aku bisa mengikuti dengan baik, dan mendapatkan IPK yang lumayan. Sekaligus Beasiswa yang ditawarkan PTN tempat saya kuliah dapat menyambung hidup kami. Dan saya pun lulus tepat waktu  dengan nilai yang bagus   dan diterima bekerja sebagai  PNS pada perguruan tinggi X tidak jauh dari kota kelahiran saya.

       Dari pergumulan saya dengan kesulitan yang Allah hadirkan saya semakin merasa bahwa saya begitu banyak banyak mendapatkan pertongan dariNya yang dihadirkan melalui, Ibu saya, saudara saya, orang orang sekeliling sehingga saya bisa melangkah menuju masa depan. Ternyata pertolonganMU begitu dekat. Yang harus kita lakukan hanya nyalah meminta dengan satu syarat mendekatlah kepadaNya, ikuti perintahNya dan jauhi laranganNya.


0 Komentar untuk "PERTOLONGAN ALLAH"
SOLUSI DIKALA SULIT © 2015. All Rights Reserved.
Template HITAMZ V.3 By SEOCIPS , Powered By Blogger